Menghadiri Rakornas NU Care-LazisNU ke 3 di Sragen

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Gus Dur: “Kebangkitan NU akan dimulai dari sragen”

Sedikitnya 300 peserta dari berbagai daerah hadiri acara Rakornas NU Care-LazisNU ke-3 di Pondok Pesantren Wali Songo, Kabupaten Sragen. Peserta dalam acara ini merupakan perwakilan PW, PC, MWC Nahdlatul Ulama se-Indonesia, bahkan delegasi PCINU dari Taiwan juga turun hadir. PCNU Wonosobo juga ikut mengirimkan wakilnya, salah satunya penulis artikel ini.

Kegiatan yg dibuka secara resmi oleh ketua PBNU bidang pengembangan LazisNU H.M. Sulton Fatoni ini berlangsung dari tanggal 29 s.d. 31 Januari 2018 ini merupakan kegiatan pijakan awal bagaimana lembaga ini akan bergerak dalam satu tahun ke depan . Mengingat  lembaga ini mengalami perkembangan yang pesat tidak hanya di Indonesia, tetapi Taiwan, Jepang, dan Korea. “Melalui program Koin Nu lazisNU, lima masjid di Korea dapat dibangun”, kata H.M. Sulton Fatoni dalam pidato pembukaannya.

LazisNU merupakan lembaga dakwah melalui ekonomi dengan berbagai program kreatif unggulan. “ Tahun 2016 NU Care-LazisNU memiliki modal sebesar Rp.500 juta, dan pada tahun 2017 berhasil mengumpulkan dana sebesar 16 miliar rupiah, yang kemudian ditasyarufkan sekitar 11 miliar”, kata Syamsul Huda, selaku ketua umum pengurus pusat Lazisnu dala sambutannya.

Pemilihan Sragen sebagai tempat Rakornas ini bukan tanpa alasan. Selain karena berbagai pertimbangan, ada sesuatu yang menarik dari hal ini. “Saya ingat apa yg pernah dikatakan oleh KH. Ma’ruf Islamudin, ketua PCNU Kabupaten Sragen sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo waktu Munas PBNU di Lombok tahun lalu kepada saya. Gus, kita buktikan bersama, dulu saat saya bertemu dengan Gus Dur, beliau pernah berkata kepada saya bahwa Bangkitnya NU akan dimulai dari Sragen” kata Syamsul Huda dalam sambutanya juga.

Fakta-fakta menarik lainnya adalah suksesnya PCNU Sragen mengumpulkan dana melalui koin NU sepanjang tahun 2017 mencapai Rp. 5,8 Miliar. Dana tersebut kemudian digunakan untuk pemberdayaan umat, membantu fakir miskin, pembangunan gedung, dan pendirian Rumah Sakit NU Sido Waras.

Melalui Sragen, para tokoh LazisNU di pusat berharap agar LazisNU di daerah-daerah lain dapat mencontoh semangat dan strategi yang dilakukan oleh sragen untuk mencapai kemandirian ekonomi. Sesuai dengan tema Rakernas tahun ini yaitu “Arus Baru Kemandirian Ekonomi NU, Menyongsong 100 tahun Nahdlatul Ulama.

Muhammad al Adib – Penulis adalah Sekretaris LazisNU Wonosobo

MNI/LTNNU