Berita Duka, Musytasyar PCNU Wonosobo KH. Chabibullah Idris Wafat

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

nuwonosobo.comInnalillahi wa inna ilaihi raji’un, suasana duka menyelimuti warga NU Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Musytasyar PCNU Wonosobo yang juga seorang ulama terkemuka di daerah ini, KH. Chabibullah Idris (76) meninggal dunia, Sabtu (23/12), pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Islam Wonosobo.

Kabar wafat ini mengagetkan kerabat, tetangga, dan teman seperjuangannya. Pasalnya, Mbah Kyai Chabib, demikin almarhum sering disapa, Hari Ahad (17/12) masih berusaha berkunjung dan berkumpul untuk membersamai para pengurus dan warga NU dalam acara Muskercab PCNU Wonosobo. Saat acara tersebut, kondisi kesehatan Mbah Kyai Chabib masih kurang memungkinkan, bahkan dalam keadaan masih sebagai pasien Rumah Sakit Islam. Akan tetapi dengan semangat yang membara ingin membersamai nahdliyyin yang sedang mengadakan Muskercab di Pondok Pesantren Al Madina.

 “Saya sempat kaget, karena saat Muskercab kemarin, beliau almarhum terlihat begitu semangat saat memberikan sambutan pada acara tersebut” ujar Nurcholis sekretaris PCNU Wonosobo.

Dalam upacara pemberangkatan jenazah Sabtu pukul 12.00 WIB, Ketua Tanfidziah PCNU Wonosobo KH. Arifin Shidiq yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan kesan tentang almarhum yang mengemban amanah dan selalu bersemangat ketika kaitannya dengan kegiatan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, Mbah Kyai Chabib merupakan seorang pejuang pendidikan Islam yang tekun beribadah dan mengajarkan ilmu agama.

“Simbah KH. Chabibullah Idris adalah seorang guru dan sebagai orang tua bagi kami semua warga NU yang penuh keikhlasan. Ia merawat ilmu tanpa mengharapkan gaji. Membesarkan NU Wonosobo tanpa berpikir tentang kondisi pribadinya,” kata KH. Arifin Shidiq.
 Ketika menggerakkan Nahdlatul Ulama, imbuh Kiai Arifin, Mbah Kyai Chabib semangatnya menggebu-gebu. Ia mempunyai cita-cita yang tinggi untuk meningkatkan kualitas warga NU setempat. Dalam acara pemberangkatan jenazah tersebut, Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo, merasa kehilangan atas meninggalnya Mbah Kyai Chabib. Dikatakannya, almarhum merupakan seorang ‘alim yang selalu patuh menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, saya memohon maaf bila Mbah Kyai Chabib ada kesalahan sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya di hadapan para pelayat.
Jenazah almarhum diberangkatkan ke pemakaman umum Mainan diiringi ratusan  penakziah. Sebelum dimakamkan, jenazah dishalatkan di Masjid Al Manshur Kauman yang diikuti oleh jamaah pengajian seton. Di antara penakziah ada beberapa tokoh yang hadir. Kapolres dan Dandim 0707 Wonosobo baik yang baru dilantik maupun yang lama turut hadir dalam acara tersebut. Bahkan ikut memanggul keranda jenazah Mbah Kyai Chabib. Almarhum meninggalkan seorang istri dan 7 orang anak. Selamat jalan Mbah Kyai Chabibullah Idris, pekik “merdeka”dan “NKRI Harga Mati” masih terngiang di telinga. Semoga Allah memberikan tempat di surga. Dan wafat Husnul Khatimah, amin. (MNI/LTNNU)